Seberapa Pentingkah Status Dalam Hubungan

Seiring seringnya terjadi tragedi baper, sekarang banyak muda-mudi yang suka kejar setoran karena nggak bisa bertahan dari cobaan jomlo di malam Minggu. Oleh karena itu, santer terdengar pertanyaan.. 

“Kita ini sebenarnya apa, sih?”

DHUAR! Kalo pertanyaan itu akhirnya menyentuh gendang telingamu, sungguh, janganlah kamu belaga budeg, nanti yang ada disumpahin budeg beneran. Itu udah jelas menjadi tanda si dia minta status mengenai hubungan kalian. Bentar, bentar, Kita pengin nanya nih, bagi kamu seberapa penting sih status dalam hubungan? Penting atau enggak?

Oke, pertama mari kita jabarkan lewat definisi kata ‘status’ itu sendiri.

Menurut KBBI, status itu berarti keadaan atau kedudukan. Kalo di organisasi, status itu kayak jabatan resmi. Nah, kalo buat dua orang yang lagi deket, status adalah kepastian buat tujuan pendekatan. Status di dalam hubungan itu memang perlu sebagai komitmen yang nantinya mengikat hati. Tapi janganlah kamu menganggap status itu adalah sebuah hal yang harus wajib didapatkan ketika mulai menjalani proses pendekatan, sebab nggak semua harapan yang kamu anggap cikal bakal hubungan jadi kenyataan.

Udah banyak kejadian ada orang yang ngedeketin, baik sama kamu, dan seolah-olah ngasih harapan, eeeh, ternyata dia begitu ke banyak orang. Sayangnya kamu udah keburu baper duluan, jadilah merasa di-PHP-in.

Jangan juga kamu meyakini bahwa status itu sebagai sumber kebahagiaan. Itu jelas salah. Serius. Karena kadang akibat status, justru kamu malah terjebak dalam hubungan dengan rasa Nusa Kambangan, alias terpenjara dan nggak bisa bahagia seperti dulu kala. Nggak seperti masa jomlo yang masih bisa bebas pergi sama siapapun alias nemplok-sana-nemplok-sini.

Banyak orang-orang yang mengeluh pacarannya nggak seindah pas pedekate dan merasa terkekang. Alih-alih pengin pacaran yang manis kayak di drama Korea, yang terjadi malah mirip film laga. Cekcok dan berantem terus tiap harinya. Ujung-ujungnya putus, lalu sindir-sindiran, dan jadi musuhan.

Telat ngabarin dikit, ngambek. Ditinggal tidur duluan, ngediemin sepuluh caturwulan. Apalagi kalo dapet pacar yang insecure bin posesif. Kelar udah. Kamu bakal tersiksa dan pengin segera udahan aja.

Menurut Kita, status itu berarti tanda bahwa kamu udah siap serius menjalani hubungan. Status SANGAT nggak cocok buat kamu-kamu yang independent atau masih menginginkan kebebasan untuk gonta-ganti temen jalan. Karena eh karena, kalo kamu melakukan hal itu pas udah punya pacar, yang ada kamu justru menyakiti pacarmu. Udah punya pacar kok masih jajan sama yang lain. *selepet pake karet sempak Dajjal*

Tujuan Kita menulis artikel ini adalah pengin mengajak kamu mendapatkan sebuah pemahaman bahwa kita bisa bahagia tanpa status. Kita bisa senyum dan tertawa bahagia tanpa perlu pacaran. Salah satunya seperti hubungan Partnership.

Jadi, buat kamu-kamu nih ya, khususnya cewek-cewek yang sering merasa jadi korban PHP, jangan terlalu menuhankan status ketika ada orang yang melakukan pendekatan. Jaga hati dan ragamu baik-baik agar nggak dimainkan seenaknya. Kalo bisa buat kesepakatan sama hatimu sendiri ketika ada orang yang ngedeketin, supaya nggak baper jika dari awal aja si dia udah keliatan tanda-tanda ‘cuma mampir doang’.

Kesimpulannya, status itu penting, sangat PENTING. Namun dengan catatan kamu udah siap berada dalam hubungan yang serius untuk jangka panjang, syukur-syukur berakhir di pelaminan. Status itu berguna untuk pembatas supaya mata dan raga nggak ke mana-mana serta tau diri untuk menjaga hati. Status berlaku buat orang yang udah SIAP SETIA. Catet. Kalo perlu tempel di jidat atau kertasnya dibakar terus diminum supaya inget terus.

Soalnya, kalo kamu dikit-dikit minta status atau bahkan ngemis kepada orang yang nggak karuan juntrungan ke depannya, yang kamu dapatkan nantinya hanya kecewa dan luka. Jatuhnya, kamu bakal terlihat menyedihkan. Fatalnya, di mata orang-orang brengsek kamu cuma dijadiin buat, ehm, ya mainannya doang.

Kamunya kepalang sayang, ya dianya senang. Senang kamu bisa dijadiin bahan kesenangan. Nggak mau, kan? So, jangan dikit-dikit ngasih kode ke si dia lewat lagunya Armada kalo si dianya aja belum siap setia.

Udah paham kan? Kalo masih ada pertanyaan, silakan diajukan ke kolom comments supaya kita telaah bareng-bareng